Di Dapur, setiap gagasan direbus perlahan, setiap kata diaduk dengan teliti, hingga akhirnya menjadi buku yang siap lahir ke dunia. Di sinilah Palu Gede meramu cerita, pengalaman, dan suara-suara yang selama ini tersembunyi, menjadi narasi yang utuh dan berdaya. Setiap halaman yang direncanakan adalah ruang untuk keberpihakan, refleksi, dan pengakuan. Dari sini, kisah-kisah yang dipelihara dengan sabar akan menemukan pembaca, membuka percakapan, dan menumbuhkan empati.

02 AM adalah novel reflektif yang mengisahkan pergulatan batin seorang lelaki muda bernama Bellot, seorang ketua organisasi mahasiswa yang hidup di antara dua dunia: dunia siang yang rapi, formal, dan penuh citra, serta dunia malam yang sunyi, jujur, dan dipenuhi kegelisahan. Novel ini tidak bergerak lewat konflik besar yang meledak-ledak, melainkan melalui retakan kecil dalam kesadaran, percakapan dini hari, dan keputusan-keputusan personal yang tampak sepele tetapi menentukan arah hidup.

Cerita dibuka pada pukul dua dini hari, saat Bellot terjaga di kamar kos sempitnya. Dalam kesunyian, ia menatap gelang merah putih di pergelangan tangannya—simbol idealisme yang ia terima saat pertama kali bergabung dengan organisasi. Gelang itu dulu terasa ringan, sekadar penanda komitmen. Kini, bertahun kemudian, ia menjadi beban psikologis: pengingat tentang integritas, konsistensi, dan jarak antara siapa dirinya di depan publik dan siapa dirinya ketika tidak ada yang melihat.

Hidangan Kami

Kedua buku ini merupakan buku-buku yang ditulis oleh Penyintas Gangguan Mental. Kami menerbitkannya bukan hanya melawan stigma yang dialami mereka, namun juga menyebarluaskan pikiran mereka sebagai bentuk penghormatan atas keadilan sejak dalam pikiran. Tabik

Mari Berkolaraborasi

Di Palu Gede, setiap naskah diperlakukan sebagai benih ingatan yang berharga. Proses seleksi kami dimulai dengan pembacaan mendalam untuk menemukan suara-suara otentik yang membawa misi kemanusiaan dan keberpihakan sosial. Kami tidak hanya menilai keindahan bahasa, tetapi juga kejujuran rasa dan kekuatan narasi yang mampu melawan stigma. Setiap draf yang masuk akan melalui tahap kurasi reflektif dan diskusi bersama penulis untuk memastikan pesan tetap terjaga utuh. Kami percaya bahwa menerbitkan buku adalah upaya merawat pengetahuan kolektif. Melalui seleksi yang ketat namun penuh empati, kami berkomitmen menghadirkan hidangan literasi yang bermakna bagi perjalanan identitas pembacanya.

Kirim Naskah

Kami selalu menanti cerita yang jujur dan suara yang berani. Jika Anda memiliki naskah yang sejalan dengan misi kami dalam merawat ingatan dan merangkai identitas, silakan kirimkan karya Anda melalui prosedur berikut:

Siapkan Berkas:

Kirimkan sinopsis lengkap, profil penulis, dan minimal 3 bab pertama (atau naskah utuh) dalam format PDF/Word.
Setiap naskah yang masuk akan dibaca dan dikurasi dengan perhatian, sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas sekaligus keberagaman suara. Lewat ruang ini, kami berharap semakin banyak penulis berani melangkah, membagikan perspektifnya, dan menemukan pembaca yang mungkin selama ini belum mereka temui.
Mari bersama-sama meramu kata menjadi hidangan yang menguatkan sesama.