Laman ini menjadi jejak bagi para kolaborator yang telah berjalan bersama Palu Gede, merajut gagasan, menumbuhkan pengetahuan, dan melahirkan karya-karya yang memberi jejak makna. Mereka datang dari beragam latar: penulis independen, peneliti, praktisi, hingga lembaga dan komunitas—yang dipertemukan oleh komitmen yang sama untuk merawat pemikiran kritis, kebudayaan, serta denyut isu-isu sosial yang terus bergerak.
Soedjiwa Institut
Jesus Anam
Pernah terjebak isolasi panjang akibat mengalami skizoafektif, Saiful Anam, warga Desa Jiwut, Kecamatan Nglegok, menemukan secercah cahaya lewat pena. Dari pengalaman itulah, lahir dua karya buku dan juga komunitas untuk orang disabilitas mental. Karyanya menginspirasi banyak orang. Saiful Anam, atau yang biasa dikenal dengan nama pena Jesus Anam, menjadikan menulis bukan hanya sekedar hobi, melainkan juga sebuah kebutuhan. Sejak masih di bangku sekolah, Saiful memang menyukai menulis.
Menariknya, di balik peran publik yang sarat tanggung jawab itu, Besli Pangaribuan juga menyimpan sisi lain yang lebih sunyi dan reflektif. Ia adalah penulis novel 02 AM, karya debut yang bergerak jauh dari bahasa rapat dan pernyataan sikap. Novel ini hidup di ruang personal—di jam dua dini hari—ketika manusia berhadapan dengan dirinya sendiri. Melalui 02 AM, Besli memperlihatkan bahwa perhatiannya pada manusia tidak hanya hadir dalam skala kolektif, tetapi juga dalam kesepian individu, kegagalan kecil, dan percakapan batin yang jarang terdengar.




















