Laman ini menjadi jejak bagi para kolaborator yang telah berjalan bersama Palu Gede, merajut gagasan, menumbuhkan pengetahuan, dan melahirkan karya-karya yang memberi jejak makna. Mereka datang dari beragam latar: penulis independen, peneliti, praktisi, hingga lembaga dan komunitas—yang dipertemukan oleh komitmen yang sama untuk merawat pemikiran kritis, kebudayaan, serta denyut isu-isu sosial yang terus bergerak.

Soedjiwa Institut

Soedjiwa Institut adalah sebuah komunitas inklusi yang digerakkan oleh orang-orang muda dari berbagai identitas dan disiplin yang berfokus pada advokasi, edukasi, dan pemberdayaan seputar kesehatan mental—khususnya untuk menyuarakan dan mengurangi stigma terhadap penyandang disabilitas mental usia produktif. Institut ini bekerja melalui kampanye, pendampingan, serta kegiatan edukatif yang menjunjung martabat dan keterlibatan aktif mereka dalam ruang sosial. Sebagai bagian dari inisiasi kolaboratif dengan Palu Gede, Soedjiwa Institut menerbitkan Labirin, sebuah karya bersama yang mempertemukan suara-suara pengalaman dan narasi penulis yang menggambarkan realitas kesehatan mental, sekaligus membuka ruang refleksi dan dialog dalam masyarakat

Jesus Anam

Jesus Anam
Ketertarikan Saiful terhadap psikoanalis itu berakar dari sakit yang pernah dia alami dan juga dirinya yang mengisolasi selama satu tahun di Bogor. Tokoh-tokoh yang banyak menginspirasi tulisan Saiful seperti Sigmund Freud, Carl Jung, Jacques Lacan, Samuel Beckett, Fyodor Dostoyevsky, hingga Simone de Beauvoir.

Pernah terjebak isolasi panjang akibat mengalami skizoafektif, Saiful Anam, warga Desa Jiwut, Kecamatan Nglegok, menemukan secercah cahaya lewat pena. Dari pengalaman itulah, lahir dua karya buku dan juga komunitas untuk orang disabilitas mental. Karyanya menginspirasi banyak orang. Saiful Anam, atau yang biasa dikenal dengan nama pena Jesus Anam, menjadikan menulis bukan hanya sekedar hobi, melainkan juga sebuah kebutuhan. Sejak masih di bangku sekolah, Saiful memang menyukai menulis.

Logos

Logos
Logos adalah sebuah perjalanan sunyi sekaligus riuh ke dalam sejarah pikiran manusia. Buku ini tidak berdiri sebagai monumen akademik yang kaku, melainkan sebagai aliran renungan—mengalir dari satu gagasan ke gagasan lain, dari Timur ke Barat, dari masa lampau ke kegelisahan hari ini.

Besli Pangaribuan

Besli Pangaribuan
Besli Pangaribuan muncul sebagai salah satu figur yang kini berada di pusat pusaran dinamika organisasi masyarakat sipil yang sedang bertumbuh di Indonesia, yakni Gerakan Rakyat.

Menariknya, di balik peran publik yang sarat tanggung jawab itu, Besli Pangaribuan juga menyimpan sisi lain yang lebih sunyi dan reflektif. Ia adalah penulis novel 02 AM, karya debut yang bergerak jauh dari bahasa rapat dan pernyataan sikap. Novel ini hidup di ruang personal—di jam dua dini hari—ketika manusia berhadapan dengan dirinya sendiri. Melalui 02 AM, Besli memperlihatkan bahwa perhatiannya pada manusia tidak hanya hadir dalam skala kolektif, tetapi juga dalam kesepian individu, kegagalan kecil, dan percakapan batin yang jarang terdengar.

02 AM

02 AM
Jam dua dini hari menjadi ruang simbolik, waktu ketika seseorang tak lagi sibuk mempertahankan citra, dan mulai dipaksa berhadapan dengan dirinya sendiri.